MEDIA PEMADAM API

Media pemadam api yang umum digunakan untuk alat pemadam api ringan adalah:

Air

Sifat air dalam memadamkan kebakaran secara fisik mengambil panas (coling) dan sangat tepat untuk memadamkan bahan padat kelas A karena dapat menembus sampai bagian dalam.

Air tidak dapat digunakan untuk:

  • Kebakaran pada aparat listrik yang bertegangan –Kelas C
  • Kebakaran minyak –Kelas B
  • Kebakaran bahan yang reaktif terhadap air –Kelas B
  • Kebakaran logam –Kelas D

Busa

Ada 2 (dua) macam busa:

  • Busa mekanik

Terbuat dari campuran zat arang dengan udara

  • Busa kimia

Terbagi menjadi sistem larutan dan sistem serbuk

TIDAK DISARANKAN PENGGUNAAN BUSA DALAM KEBAKARAN KELAS C /LISTRIK

Serbuk kimia kering (drychemical powder)

Terbagi menjadi 3 jenis:

  • ABC –(Amonium Hydro Phospate)
  • BC-(Sodium Bicarbonate, Purple K)
  • D-(Super D atau Sodium Chloride), copper atau G-Plus (Graphite)

Sifat serbuk kering tidak berbahaya, tidak beracun, hanya mengganggu pernapasan dan pandangan mata secara sementara.

Cara kerja serbuk kimia kering adalah secara kimia dan fisik

Gas Karbon diosida (CO2)

Prinsip kerja gas CO2 dalam memadamkan api adalah reaksi dengan gas oksigen (O2) sehingga konsentrasi di dalam udara berkurang dari 21% menjadi sama atau lebih kecil dari 14% sehingga api akan padam. Hal ini disebut dengan pemadaman dengan cara menutup.

Media pemadam api CO2 di dalam tabung harus dalam keadaan fase/wujud cair bertekanan tinggi.